Halaman

Sabtu, 02 April 2016

Penjaminan pada kecelakaan Lalu lintas

Kita semua tentu tidak pernah berharap untuk mengalami kecelakaan. Namun begitu kita harus selalu siap, jika suatu kecelakaan terjadi pada kita, terutama masalah pembiayaan. Kecelakaan bisa terjadi dari yang ringan tanpa perlu pengobatan hingga luka parah yang memerlukan tindakan lebih lanjut dan tentu saja dengan pembiayaan yang tidak sedikit.

Untuk  anda yang mampu secara ekonomi dan gampang mengeluarkan uang, saya rasa bacaan ini tidak akan terlalu berguna karena ketika anda mengalami kecelakaan dan butuh uang untuk penanganannya anda tinggal kelurkan uang dari kantong sendiri. Namun untuk anda yang ekonominya pas-pasan, pekerja yg gajinya dipotong untuk berbagai jaminan sosial, atau anda yang mengatur keuangan secara detail, mungkin artikel ini akan berguna bagi anda.

BPJS kesehatan akhir-akhir ini sedang "terkenal" sebagai program kesehatan yang menjamin semua kasus kesehatan(atau lebih tepatnya kesakitan, krn yang jamin kan yang sedang sakit). Saya pernah mendengar istilah "BPJS menjamin semua kasus penyakit". Sebenarnya ungkapan tersebut terlalu diplomatis dan masih luas pemahamannya. Pernahkah anda mengalami atau mengetahui kasus yang ditolak RS karena menggunakan BPJS-kes? Ya, ungkapan tersebut kurang lengkap adanya. Seharusnya "BPJS kesehatan menjamin semua kasus penyakit dg catatan". Nah disini saya akan mencoba menjelaskan beberapa catatan terkait kasus kecelakaan lalu lintas. Karena akibat dari kecelakaan lalu lintas juga merupakan penyakit.

BPJS-kes mensyaratkan kasus yang dijamin adalah yang sesui dengan aturan dan alur. Jadi, ketika anda kecelakaan jangan sampai merasa bahwa anda ditolak oleh RS/klinik karena menggunakan kartu BPJS-kes. Tujuan utama saya menulis ini adalah jangan sampai kita salah. Salah yang saya maksud disini adalah membayar yang harusnya tidak bayar, atau tidak membayar yang seharusnya bayar.

Pada kasus KLL terdapat 3 lembaga asuransi yang dapat 'membayari' biaya koban KLL terebut. Ketiga lembaga tersebut adalah Jasa raharja, BPJS-TK(ketenagakerjaan), BPJS-kes(kesehatan). Namun tentu saja setiap lembaga tersebut memiliki syarat kasus mana saja yang bisa ditanggung. Tidak semua kasus KLL. Untuk detail syarat an ketentuan, proses pengajuan, alur dsb masing-masing lembaga bisa dilihat di website masing2. Atau bisa langsung mencari informasi ke kantor atau kontak masing-masing lembaga.

Jasa raharja sebenarnya menanggung berbagai jenis KLL di jalan raya, dengan spesifikasi kasus tersendiri. BPJS-TK menanggung KLL yang masuk dalam kecelakaan  dalam rangka kerja(lihat bawah). BPJS kesehatan menanggung kasus yang tidak tertanggung kedua lembaga yang lain, dg catatan tentunya, jadi tidak sepenuhnya semua kasus.

Jadi, ketika terjadi kasus kecelakaan lalu lintas kita bedakan dulu pertama adalah apakah dalam rangka kerja atau bukan. Dalam rangka kerja artinya KLL terjadi ketika akan berangkat kerja atau pulang dari kerja, dimana KLL terjadi di jalur yang biasa dilewati saat akan berangkat atau pulang kerja. Jika kecelakaan tersebut termasuk KLL dalam rangka kerja maka silahkan berurusan dengan Jasa Raharja dan atau BPJS-TK. Jasa Raharja dapat menanggung hingga maksimal 10juta rupiah sekali kasus, jika memang kasusnya masuk dalam kriterianya. Sedangkan BPJS-TK menanggung hingga tak terhingga/unlimited per kasus hingga sembuh, jika kasusnya masuk kriterianya.

Bagaimana jika KLL yang terjadi bukan dalam rangka kerja. Maka kita harus bedakan lagi, apakah KLL tersebut KLL tunggal atau ganda. Jika KLL ganda(lebih dari satu kendaraan) maka silahkan berurusan dengan Jasa Raharja dan atau BPJS-kes. Jasa raharja akan menanggung hingga 10 juta perkasus nya, jika memenuhi kriteria. Pada umumnya Jasa raharja lebih menanggung kasus KLL ganda daripada yang tunggal. Namun kriteria lebih detailnya pihak Jasa Raharja yang lebih tahu.

Pada kasus KLL tunggal maupun ganda yang tidak ditanggung, bisa ditanggung BPJS-kes asal sesuai aturan yang berlaku. Berapa besaran tanggungannya adalah tergantung kasus. Dan yang lebih penting adalah yang bisa mengajukan klaim adalah pihak fasilitas kesehatan, jadi kita sebagai pribadi tidak bisa mengurus sendiri ke BPJS-kes.

Bagaimana proses pertanggungan lembaga-lembaga diatas?
Yang paling sederhana dan mudah adalah jika anda beruntung dibawa ke RS/Klinik yang sudah berpengalaman untuk melakukan klaim ke 3 lembaga tersebut. Anda cukup berurusan dengan pihak RS/klinik tersebut, membantu melengkapi dokumen yang dibutuhkan mereka. Dokumen yang biasanya diminta adalah identitas, kartu BPJS-TK/kes, surat keterangan polisi. Surat keterangan polisi ini yang kadang agak lama untuk mendapatkannya. Karena itu biasanya RS/klinik akan meminta kita membayar dulu sebagai jaminan. Tapi tenang saja, setelah semua dokumen yang diminta kita lengkapi, uang akan dikembalikan.


Senin, 09 Maret 2015

Cara Sederhana Membaca Audiogram (fungsi pendengaran)

Audiometri adalah suatu metode pemeriksaan fungsi pendengaran dengan menggunakan suatu alat yang dapat menghasilkan suara dengan berbagai frekuensi dan kekuatan.Pemeriksaan ini kurang akurat jika digunakan pada seorang anak atau orang yang tidak mengerti perintah, karena penggunaan alat ini mengharuskan pasien untuk mengerti perintah saat mendengar suara. Pada orang yang tidak mengerti perintah akan kebingungan sehingga hasilnya kurang baik. Pemeriksaan audiometri ini penting untuk mengetahui penurunan ambang pendengaran karena biasanya orang tidak akan mengeluh sampai ambang pendengarannya menurun drastis. Bagi orang-orang yang bekerja pada daerah dengan tingkat kebisingan tinggi sebaiknya periksa audiometri secara rutin, dan perusahaan yang mempekerjakan orang pada tingkat kebisingan yang tinggi juga wajib memberikan pemeriksaan audiometri pada karyawannya, karena penurunan ambang pendengaran pekerja semacam ini termasuk dalam penyakit akibat kerja.

Sebenarnya ada 2 macam audiometri yakni audiometri nada murni(pure tone) dan audiometri tutur. Audiometri nada murni hanya menggunakan nada yang telah direkam dalam alat, sedangkan audiometri tutur dengan menggunakan suara tutur kata-kata yang telah ditentukan. Saat ini audiometri nada murni yang paling banyak dikerjakan diberbagai tempat karena lebih mudah dan objektif. Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas audiometri nada murni saja.

Rabu, 19 November 2014

Menaikkan BBM atau Menurunkan Subsidi?

Hari Selasa 18 November 2014 kemarin Presiden baru kita pak Jokowi mengumumkan ditingkatkannya harga BBM sebesar 30%, untuk mengalihkan anggaran ke hal-hal yang lebih banyak langsung membantu orang tidak mampu. Dalam sehari itu juga langsung muncul berbagai penolakan dari berbagai kalangan berbagai daerah di Indonesia. Dari berita di TV yang saya ikuti, yang tampaknya sedikit tidak berimbang, protes kebanyakan berasal dari mahasiswa yang demo hingga memakan korban, demo-demo anarkis yang dilakukan oleh, katanya, mahasiswa.
Kenapa saya mengambil judul menaikkan BBM atau menurunkan subsidi? padahal 2 hal tersebut menunjukkan suatu proses yang sama yang selama ini terjadi. Namun sangat berbeda pola pikir yang mendasarinya. Media 2 hari ini, dan orang-orang yang berdemo dan protes selalu menggunakan kata menaikkan BBM. Berikut saya bahas perbedaannya.
Menaikkan BBM, berorientasi pada BBM. BBM adalah keperluan pribadi/perusahaan untuk menjalankan moda transportasi untuk melakukan fungsi perpindahan. Garis bawahi bahwa BBM adalah beban pribadi, artinya ketika BBM naik beban pribadi menjadi naik, artinya harus menyisihkan lebih banyak anggaran pribadi perbulannya, untuk pengguna BBM bersubsidi tentunya. Tapi ini juga tidak berlaku untuk semua orang.

Kamis, 20 Maret 2014

Jatuh Cinta dalam Pandangan Medis

Sebuah artikel dari sebuah majalah sempat menarik perhatian saya. Majalah khusus perempuan yang sudah lama tersebut tergeletak di rak meja kerja saya. Sebuah artikel berjudul "saat otak bicara seks dan cinta" menarik perhatian saya untuk membaca sampai habis dan menelusur lebih jauh. Hampir semua manusia pasti tertarik dengan pembahasan cinta dan seks,... iya kan? Buktinya lagu-lagu sekarang kebanyakan bercerita tentang cinta dan kadang menyerempet tentang seks. Namun dalam artikel ini akan lebih banyak dibahas tentang proses dalam otak kita ketika kita mengalami apa yang dinamakan sensasi jatuh cinta, sensasi yang membuat ketagihan semua orang hingga membuat mabuk atau melumpuhkan logika kata pak Mario Teguh. Tulisan saya berikut kebanyakan berasal dari artikel dalam majalah tersebut. Beberapa sumber lain akan saya sertakan untuk menambah informasi yang ada.

Artikel tersebut diambil dengan narasumber Ryu Hasan. Siapa dia? Beliau adalah seorang ahli bedah saraf atau bahasa kerenya neurosurgeon. Beliau cukup aktif di dunia maya terutama twitter, coba saja cari di mbah google masing-masing. Nama asli beliau dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS. Selain sebagai ahli bedah beliau juga mengajar dibeberapa tempat. Informasi ini saya dapatkan juga sekilas berselancar dengan google, untuk lebih mengenal beliau silahkan cari sendiri-sendiri.

 Chemistry kata asing yang digunakan penulis artikel untuk menarik perhatian. Sering kita dengar kata chemistry berkaitan dengan yang namanya cinta. Apalagi memilih pasangan atau jodoh, harus ada chemistrynya. Apa benar chemistry itu ada? Padahal ketika diterjemahkan secara gamblang dalam bahasa indonesia artinya adalah kimia atau proses kimia. Jadi ketika anda bilang "aku merasa ada chemistry dengan orang itu" artinya "aku merasa ada proses kimia dengan orang itu". Agak terdengar aneh kan ya. Namun pernyataan itu sebenarnya benar. Chemistry bukan berarti jodoh namun sebuah proses kimia yang jika dikaitkan dengan cinta maka lokasinya adalah di otak, organ seksual terbesar manusia. Proses-proses kimiawi yang terjadi secara fisiologis di dalam otak inilah yang membuat kita merasa jatuh cinta... berjuta rasanya...

Kamis, 16 Januari 2014

Flu Singapura aka Penyakit Tangan Kaki Mulut

     Akhir-akhir di tempat kerja saya menemui beberapa orang tua membawa anaknya ke tempat saya bekerja di Panti Rahayu dengan keluhan demam dan muncul bercak-bercak merah di tangan dan kakinya. Beberapa dari mereka menanyakan tentang flu singapura, apakah benar bahwa anaknya terkena flu singapura. Saya berada di Bali, tempat dimana banyak wisatawan asing dari berbagai belahan bumi menjelajahi pulau kecil ini, tentu saja penyakit-penyakit semacam flu singapura juga bisa saja dengan mudah menyebar disini.

Sabtu, 11 Januari 2014

Animasi "9"

Sebuah film animasi yang diproduksi pada Oktober 2009 oleh Tim Burton dan Timur Bekmambetov. Film ini berkisah tentang kehidupan di masa depan, dimana manusia sudah tidak ada lagi.

Diawali dengan hidupnya sebuah boneka robot kecil dengan no 9 di punggungnya. Awalnya ia sangat bingung dan merasa aneh, ketika hidup di juga membawa barang berbentuk setengah bola dengan tiga simbol tergambar diatasnya. Ia simpan benda itu dan pergi menjelajah.

INTO THIN AIR



Judul buku : Into Thin Air
Pengarang : Jon Krakauer
Penerbit asli : Anchor books, NY
Penerbit terjemahan : Qanita
Tahun : 1997

Sebuah kisah nyata mengenai pendakian ke puncak Everest yang dialami oleh Jon Krakauer. Jon Krakauer adalah seorang kontributor majalah Outside, dan tentu saja seorang pendaki gunung. Berbagai tulisan tentang penjelajahan alam telah ditulisnya dan muncul di berbagai majalah terkenal. Ia menceritakan kembali kisah perjalanannya ke puncak Everest karena merasa tidak puas dengan tulisan yang telah ia buat untuk Outside dan untuk menghilangkan pengalaman pahit dan perasaan tidak enaknya terhadap Everest.
Di awal kisah pembaca akan diperkenalkan dengan yang namanya Everest, dari mulai penemuannya pada tahun 1852 hingga penaklukannya 101 tahun kemudian. Everest, yang oleh orang Sherpa(suku asli yang tinggal di kaki gunung Everest) dinamakan Sagarmatha telah membius banyak pendaki dari seluruh penjuru dunia untuk menaklukkannya. Sagarmatha yang berarti Dewi Langit sangat dihormati oleh orang-orang Sherpa yang beragama Budha, setiap pendakian akan ada upacara terlebih dahulu.
Jon Krakauer adalah salah seorang pendaki yang juga terbius untuk menaklukkan sang Sagarmatha. Namun keinginan itu terbenam melihat besarnya dana dan resiko yang harus ditanggung apalagi dengan kehidupannya sekarang yang sudah nyaman. Namun, kesempatan itu muncul ketika Outside menawarkannya untuk mendaki bersama pemandu kawakan untuk melaporkan kisah perjalanan pendakian ke puncak tertinggi di dunia.
Awalnya sedikit membingungkan ketika Jon membawa pembaca melompati waktu dari kisah Everest lalu ke puncak Everest dan kembali ke saat ketika dia ditawari Outside. Kebingungan yang berakhir pada pengambilan kesempatan itu membuat Jon mempersiapkan fisiknya untuk mendaki, bukan hanya untuk menjadi wartawan namun menjadi salah satu klien dari perusahaan pendakian yang ada. Everest kini menjadi semacam komoditas dimana ada berbagai perusahaan yang menawarkan pengalaman mendaki Everest dengan pemandu dan para Sherpa dengan harga minimal 65ribu dollar saat itu. Setelah usaha penaklukan Everest banyak warga Sherpa yang menjadi anggota tim pendaki untuk sekedar membawakan barang atau membantu hingga puncak.
Tiba di Nepal Jon bergabung dengan anggota tim lainnya yang sama sekali belum kenal dan akan menjadi 1 tim dalam pendakian yang berbahaya. Dari sini Jon menjelaskan dengan detail segala persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pendakian hingga persiapan sebelum ke puncak. Perjalanan menuju basecamp yang cukup sulit, dan program aklimatisasi untuk adaptasi tubuh mereka terhadap udara tipis yang miskin oksigen diatas sana. Dari program aklimatisasi itupun sudah membuat beberapa pendaki kelelahan. Banyak resiko yang ditanggung pendaki disana dari hal mekanis karena tempat yang terjal dan bersalju, hingga berbagai penyakit akibat ketinggian seperti HAPE(High Altitude Pulmonary Edema) dan HACE (High Altitude Cerebral Edema) serta frozen bite akibat udara yang terlalu dingin.
Setelah selesai program aklimatisasi dan pembagian giliran dengan tim lain untuk tanggal pendakian, meski akhirnya ada yang tidak patuh, akhirnya tiba waktunya tim Jon untuk mendaki tanggal 10 Mei 1996. Segala perjuangan, kerja sama, aturan, dan resiko menuju puncak dia ceritakan dengan detail, masa ketika dinginnya udara membuat mereka tak bisa berpikir cepat.
Pada akhirnya Jon mencapai puncak, namun ini bukan klimaks cerita yang ingin disampaikan Jon. Perjalanan turun lebih sulit dan beresiko daripada naik. Dalam perjalanan turun inilah berbagai kejadian menegangkan terjadi. Badai yang menyerang membuat perjalanan makin sulit, masa ketika mereka bisa salah mengenali orang, ketika jalan tidak terlihat dan anggota tim lain sudah terlalu lemah. Ketika itu anggota tim sebagian sudah terpencar. Jam turun yang sudah ditetapkan dilanggar. Tindakan orang anggota tim lain yang terlihat egois. Pilihan antara menolong orang lain atau menyelamatkan diri. Tindakan heroik untuk menerjang badai mencari anggota tim yang lain. Semangat hidup yang membuat seorang yang dianggap tidak akan bertahan ternyata bangun lagi dari komanya dan berdiri sekalipun tangan dan wajahnya membeku. Dalam kondisi ini setiap detik sangat berarti.
Setelah sampai di camp akhirnya diketahui delapan rekan mereka tewas termasuk sang pemandu yang tersohor. Saat Jon sadar bahwa ia salah mengenali orang, masing-masing dari mereka yang bertahan sadar ada kesempatan untuk menolong orang yang sebenarnya tadinya berada dekat jalurnya. Kejadian itu telah tersebar, dan begitu sampai di basecamp dan hotel tempatnya menginap ia langsung dihadapkan banyak wartawan dari berbagai negara yang menginginkan kisah perjalanannya yang maut dan menyisakan banyak kesedihan. Perjalanan yang menelan cukup banyak korban ini tidak membuat kapok manusia, beberapa hari sesudahnya beberapa tim penaklukan mulai mendaki dari jalur yang berbeda, dan juga menelan korban.
Kisah Jon tidak berakhir sampai disitu, segala hal yang telah terjadi terus menghantui hidupnya. Ketakutannya ketika harus berhadapan dengan istri dan keluarga teman sependakiannya yang telah tewas. Dan kisah ini ia akhiri dengan berbagai akibat yang telah ditimbulkan pendakian everest terhadap beberapa pendaki dan keluarga yang telah ditinggalkan.
Kemudian apakah benar bahwa bencana itu terjadi karena kelakuan para klien yang menodai kesucian sang Sagharmata seperti yang dipercayai para Sherpa atau murni karena kecerobohan manusia? Apakah akhirnya Jon bisa mengatasi ingatannya akan Sagharmata?
Banyak inspirasi yang datang dari kisah ini, ketika kebijakan pengambilan keputusan lebih dibutuhkan daripada pencapaian puncak. Penyadaran bahwa kita mencari sesuatu yang berharga dan ternyata itu adalah yang kita tinggalkan dalam pencapaian puncak itu. Temukan lebih banyak lagi dengan membacanya dan jangan lupa berikan komentarmu

*NB: artikel ini merupakan kopi dari artikel saya dari blog yang lain yang akan ditutup.