Jaringan tulang, pembentuk skeleton, secara makroskopis terdapat 2 tipe. Tipe pertama adalah cortical atau tulang padat, dimana jaringan padat yang dilalui pembuluh darah melalui jaringan canaliculi. Tulang ini terutama ditemui di batang tulang panjang. Tipe kedua adalah trabecular atau tulang kanselous. Tipe ini berpori dan terutama ditemukan di dekat permukaan sendi, ujung tulang panjang dan dalam vertebra(tulang punggung).
Sejak tahun 1892 Wolff menemukan bahwa orientasi trabekula berhubungan dengan arah stresor. Ia menduga entah bagaimana struktur tulang merasa dan beradaptasi. Prinsip tentang adaptasi fungsional ini dikenal dengan hukum Wolff. Misalnya pada kondisi yang tidak digunakan, tulang akan semakin rapuh, dan overload dapat menyebabkan peningkatan massa tulang.
Kemampuan tulang untuk beradaptasi terhadap tekanan mekanik terjadi karena adanya pembentukan dan perombakan tulang yang terus menerus. Jika proses ini berlangsung di lokasi yang berbeda, morfologi tulang akan berubah. Hal inilah yang dinamakan modeling.
Pada keseimbangan homeostatik resorbsi(perombakan) dan formasi(pembentukan) seimbang. Dalam kasus tersebut tulang tua secara terus menerus digantikan oleh jaringan yang baru. Hal ini memastikan integritas mekanik pada tulang dipertahankan tanpa mengubah morfologi global. Hal ini yang disebut remodelling.
Hidup adalah perjalanan yang berbatas waktu dengan ilmu yang tak terbatas. Kita terus melihat, mendengar, mencium, merasakan hal-hal baru, mencoba mencerna menggali pengalaman dan belajar. Tak pernah berhenti belajar, tak pernah berhenti berkembang. Tak lupa untuk selalu berbagi, karena pengalaman tidak harus dialami. Mari membaca, mari mengamati, mari mendengar, mari berbagi. Hidup itu indah.
Senin, 01 Oktober 2012
Selasa, 25 September 2012
Kaki Pengkor dan Metode Ponseti
Baru saja saya mendapatkan ebook gratis dari seorang teman yang telah mengikuti sebuah pelatihan mengenai orthopedi. ebook tersebut berjudul "Kaki Pengkor: Penanganan dengan metode Ponseti". Berikut saya sertakan link untuk download disini, semoga dapat membantu sejawat dokter yang praktek di daerah dimana kekurangan spesialis bedah atau orthopedi.
Kaki pengkor atau biasa disebut Club foot dalam bahasa Inggris adalah kondisi yang dialami bayi baru lahir dimana kakinya menekuk ke dalam. Dr. Ponseti mengembangkan metodenya lebih dari 50 tahun yang lalu dantelah merawat ratusan bayi dengan metode ini.
Ebook ini sudah dalam bahasa Indonesia dengan penterjemah dr. Anung Budi Satriadi, Sp.OT. Di dalamnya dijelaskan dengan lengkap mengenai kaki pengkor dan metode ponseti, cara penanganan, bahan2 bahkan berbagai kesalahan yang sering dilakukan ada di dalamnya.
Ebook ini di sponsori oleh www.global-help.org.
Semoga bermanfaat.
Selasa, 13 Maret 2012
Selasa, 03 Januari 2012
HAKIKAT HIDUP
Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai.
Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahraga apa yang kau mainkan, atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu, Bahkan, juga bukan tentang nilai ujianmu, uang, baju, atau perguruan tinggi yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah engkau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang hal itu.
NAMUN, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaiman perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kaukatakan dan tidak kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tidak bisa tergantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.
from: chicken coup for the soul yang kubaca waktu aku masih remaja.
Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahraga apa yang kau mainkan, atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu, Bahkan, juga bukan tentang nilai ujianmu, uang, baju, atau perguruan tinggi yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah engkau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang hal itu.
NAMUN, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaiman perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kaukatakan dan tidak kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tidak bisa tergantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.
from: chicken coup for the soul yang kubaca waktu aku masih remaja.
Rabu, 28 Desember 2011
Amandel aka Tonsila Palatina(Tinjauan anatomis)
Amandel merupakan istilah yang akrab di masyarakat kita. Anak-anak sering yang dikatakan sakit amandel. Amandel atau dalam dunia kedokteran disebut tonsila palatina(tonsil yang ada di palatum{dinding atas belakang mulut}). Tonsila palatina berjumlah dua. Amandel/tonsil ini merupakan sebuah massa berbentuk oval yang merupakan jaringan limfoid yang terletak di dinding lateral orofaring diantara pilar anterior dan posterior. Ukuran sebenarnya dari tonsil ini lebih daripada yang tampak, karena permukaannya meluas ke atas ke palatum mole, kebawah ke basis lidah, dan ke anterior ke arkus palatoglossus. Sebuah tonsil palatina terdiri atas 2 permukaan(medial dan lateral) dan 2 polus(atas dan bawah).
Vaskularisasi
Tonsil mendapat aliran darah dari 5 arteri:
Tonsil mendapat aliran darah dari 5 arteri:
- cabang tonsilar dari a. facialis. ini merupakan vaskularisasi utama
- a. pharyngeal ascenden dari a. carotid externa
- a. palatina ascenden, cabang arteri facialis
- cabang lingua dorsal dari a. lingualis
- cabang palatina descenden dari a. maksilaris
Vena dari tonsil akan bermuara ke vena paratonsilar yang bergabung dengan vena fasial komunis dan pleksus venosus pharyngeal.
Drainase cairan limfa
cairan limfa dari tonsil dakan mengalir ke nodus-nodus limfe servikalis dalam yang superior.
Persarafan
Saraf sensori di tonsil dihantarkan oleh n. palatina minus cabang dari ganglion sphenopalatina(CN V) dab n. glossopharingeus.
Fungsi Tonsil
Tonsila palatina memiliki peran proteksi dan beraksi sebagai penjaga saluran masuk udara dan makanan, sama seperti massa limfoid pembentuk cincin Waldeyer yang lain. Adanya kripta di tonsil meningkatkan permukaan yang bersentuhan dengan substansi asing.
Tonsil lebih besar pada saat kecil dan akan mengecil pada saat mendekati masa pubertas. Tonsil diambil jika menjadi sarang penyakit.
Untuk informasi tentang penyakit amandel/tonsilitis dan operasinya tunggu artikel berikutnya atau anda dapat meng klik link berikut yang mungkin bisa memberi informasi. Semoga informasi ini berguna saya menunggu saran, kritik, pertanyaan dan komentar anda. terimakasih.
http://pkukertosono.blogspot.com/2011/05/amandel.html
http://www.squidoo.com/cause-for-tonsil-stones
Sabtu, 22 Oktober 2011
Kondisi Umum/Performance status
Dalam dunia kedokteran(terutama onkologi/bagian kanker) kondisi umum atau performance status atau dapat diartikan status kinerja dinilai untuk menentukan kualitas hidup seseorang dan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Penilaian ini nantinya akan digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan dapat tidaknya seseorang mendapatkan kemoterapi, bagaimana penyesuaian dosisnya, dan intensitas terapi paliatif.
Ada beberapa sistem skoring yang digunakan untuk menilai kondisi umum ini, namun yang paling sering digunakan adalah Karnofsky's score dan ECOG score, untuk anak biasanya menggunakan Lansky's score.
Karnofsky's Score
Disusun oleh Dr. David A. Karnofsky dan Dr. Joseph H. Buchenal pada tahun 1949.
100- normal, tidak ada keluhan, tidak ada bukti penyakit
90-- mampu melakukan aktivitas normal, gejala dan tanda minor dari penyakit
80-- aktivitas normal dengan usaha, gejala dan tanda penyakit (+)
70-- merawat diri, tidak mampu beraktivitas normal atau bekerja aktif
60-- kadang membutuhkan bantuan, tapi mampu merawat kebanyakan kebutuhan pribadi
50-- membutuhkan bantuan dan perawatan medis rutin
40-- lumpuh, membutuhkan asisten dan perhatian lebih
30-- lumpuh parah, indikasi mondok, meski kematian belum dekat
20-- sangat sakit, butuh perawatan di RS, butuh terapi suportif aktif
10-- sekarat, proses yang fatal berlangsung cepat
0 -- mati
ECOG/WHO/Zubrod's score
ECOG = Eastern Cooperative Oncology Group, Zubrod dari nama dr. C. Gordon Zubrod seorang onkologis dari USA. Skore ini dipublikasikan oleh Oken et al. tahun 1982
0 – Asimptomatik, aktif sepenuhnya, mampu melakukan semua aktivitas tanpa hambatan.
1 – Simptomatik namun bisa sepenuhnya berjalan, kegiatan fisik terbatas dan bisa melakukan kerja ringan atau sehari-hari.
2 – Simptomatik, <50% berada di tempat tidur sepanjang hari, dapat berjalan dan merawat diri tapi tidak bisa melakukan aktivitas kerja.
3 – Simptomatik, >50% di tempat tidur, >50% jam terbangun, bisa merawat diri secara terbatas.
4 – lumpuh total, tidak bisa melakukan rawat diri apapun, sepenuhnya harus di tempat tidur atau kursi.
5 – Mati
Lansky score
Ckoring ini digunakan untuk anak yang kesulitan mengekspresikan kualitas hidupnya atau membutuhkan observasi lebih lanjut, biasanya digunakan untuk anak <16 tahun. Skore ini disusun oleh Lansky et all pada 1987.
100 – aktif, normal
90 – hambatan minor pada aktivitas fisik berat
80 – aktif, tapi lebih cepat lelah
70 – hambatan lebih besar saat bermain dan waktu untuk aktivitas bermain kurang
60 – bisa beraktivitas, namun bermain minimal, lebih suka ikut dalam permainan yang tenang/santai
50 – banyak berbaring sepanjang hari, mampu berpakaian, tidak aktif dalam semua permainan
40 – terutama sering di tempat tidur, melakukan aktivitas yang tenang
30 – selalu di tempat tidur, butuh bantuan untuk permainan ringan/tenang
20 – sering tidur, aktivitas pasif
10 – tidak bermain, tidak keluar dari tempat tidur
0 –tidak responsif
Jadi jika kamu akan menilai kondisi umum seseorang/pasien, jangan lupa menebak-nebak skornya.
sumber:
en.wikipedia.org
www.aboutcancer.com
Ada beberapa sistem skoring yang digunakan untuk menilai kondisi umum ini, namun yang paling sering digunakan adalah Karnofsky's score dan ECOG score, untuk anak biasanya menggunakan Lansky's score.
Karnofsky's Score
Disusun oleh Dr. David A. Karnofsky dan Dr. Joseph H. Buchenal pada tahun 1949.
90-- mampu melakukan aktivitas normal, gejala dan tanda minor dari penyakit
80-- aktivitas normal dengan usaha, gejala dan tanda penyakit (+)
70-- merawat diri, tidak mampu beraktivitas normal atau bekerja aktif
60-- kadang membutuhkan bantuan, tapi mampu merawat kebanyakan kebutuhan pribadi
50-- membutuhkan bantuan dan perawatan medis rutin
40-- lumpuh, membutuhkan asisten dan perhatian lebih
30-- lumpuh parah, indikasi mondok, meski kematian belum dekat
20-- sangat sakit, butuh perawatan di RS, butuh terapi suportif aktif
10-- sekarat, proses yang fatal berlangsung cepat
0 -- mati
ECOG/WHO/Zubrod's score
ECOG = Eastern Cooperative Oncology Group, Zubrod dari nama dr. C. Gordon Zubrod seorang onkologis dari USA. Skore ini dipublikasikan oleh Oken et al. tahun 1982
0 – Asimptomatik, aktif sepenuhnya, mampu melakukan semua aktivitas tanpa hambatan.
1 – Simptomatik namun bisa sepenuhnya berjalan, kegiatan fisik terbatas dan bisa melakukan kerja ringan atau sehari-hari.
2 – Simptomatik, <50% berada di tempat tidur sepanjang hari, dapat berjalan dan merawat diri tapi tidak bisa melakukan aktivitas kerja.
3 – Simptomatik, >50% di tempat tidur, >50% jam terbangun, bisa merawat diri secara terbatas.
4 – lumpuh total, tidak bisa melakukan rawat diri apapun, sepenuhnya harus di tempat tidur atau kursi.
5 – Mati
Lansky score
Ckoring ini digunakan untuk anak yang kesulitan mengekspresikan kualitas hidupnya atau membutuhkan observasi lebih lanjut, biasanya digunakan untuk anak <16 tahun. Skore ini disusun oleh Lansky et all pada 1987.
100 – aktif, normal
90 – hambatan minor pada aktivitas fisik berat
80 – aktif, tapi lebih cepat lelah
70 – hambatan lebih besar saat bermain dan waktu untuk aktivitas bermain kurang
60 – bisa beraktivitas, namun bermain minimal, lebih suka ikut dalam permainan yang tenang/santai
50 – banyak berbaring sepanjang hari, mampu berpakaian, tidak aktif dalam semua permainan
40 – terutama sering di tempat tidur, melakukan aktivitas yang tenang
30 – selalu di tempat tidur, butuh bantuan untuk permainan ringan/tenang
20 – sering tidur, aktivitas pasif
10 – tidak bermain, tidak keluar dari tempat tidur
0 –tidak responsif
Jadi jika kamu akan menilai kondisi umum seseorang/pasien, jangan lupa menebak-nebak skornya.
sumber:
en.wikipedia.org
www.aboutcancer.com
Selasa, 18 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



