Halaman

Selasa, 25 September 2012

Kaki Pengkor dan Metode Ponseti


       Baru saja saya mendapatkan ebook gratis dari seorang teman yang telah mengikuti sebuah pelatihan mengenai orthopedi. ebook tersebut berjudul "Kaki Pengkor: Penanganan dengan metode Ponseti". Berikut saya sertakan link untuk download disini, semoga dapat membantu sejawat dokter yang praktek di daerah dimana kekurangan spesialis bedah atau orthopedi.
     Kaki pengkor atau biasa disebut Club foot  dalam bahasa Inggris adalah kondisi yang dialami bayi baru lahir dimana kakinya menekuk ke dalam. Dr. Ponseti mengembangkan metodenya lebih dari 50 tahun yang lalu dantelah merawat ratusan bayi dengan metode ini.

     Ebook ini sudah dalam bahasa Indonesia dengan penterjemah dr. Anung Budi Satriadi, Sp.OT. Di dalamnya dijelaskan dengan lengkap mengenai kaki pengkor dan metode ponseti, cara penanganan, bahan2 bahkan berbagai kesalahan yang sering dilakukan ada di dalamnya.
     Ebook ini di sponsori oleh  www.global-help.org.
     Semoga bermanfaat.

Selasa, 03 Januari 2012

HAKIKAT HIDUP

Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai.
Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahraga apa yang kau mainkan, atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu, Bahkan, juga bukan tentang nilai ujianmu, uang, baju, atau perguruan tinggi yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah engkau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang hal itu.

NAMUN, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaiman perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kaukatakan dan tidak kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tidak bisa tergantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

from: chicken coup for the soul yang kubaca waktu aku masih remaja.

Rabu, 28 Desember 2011

Amandel aka Tonsila Palatina(Tinjauan anatomis)

     Amandel merupakan istilah yang akrab di masyarakat kita. Anak-anak sering yang dikatakan sakit amandel. Amandel atau dalam dunia kedokteran disebut tonsila palatina(tonsil yang ada di palatum{dinding atas belakang mulut}). Tonsila palatina berjumlah dua. Amandel/tonsil ini merupakan sebuah massa berbentuk oval yang merupakan jaringan limfoid yang terletak di dinding lateral orofaring diantara pilar anterior dan posterior. Ukuran sebenarnya dari tonsil ini lebih daripada yang tampak, karena permukaannya meluas ke atas ke palatum mole, kebawah ke basis lidah, dan ke anterior ke arkus palatoglossus. Sebuah tonsil palatina terdiri atas 2 permukaan(medial dan lateral) dan 2 polus(atas dan bawah).
      Vaskularisasi
        Tonsil mendapat aliran darah dari 5 arteri:
  • cabang tonsilar dari a. facialis. ini merupakan vaskularisasi utama
  • a. pharyngeal ascenden dari a. carotid externa
  • a. palatina ascenden, cabang arteri facialis
  • cabang lingua dorsal dari a. lingualis
  • cabang palatina descenden dari a. maksilaris
 Drainase Vena
        Vena dari tonsil akan bermuara ke vena paratonsilar yang bergabung dengan vena fasial komunis dan pleksus venosus pharyngeal.

Drainase cairan limfa
         cairan limfa dari tonsil dakan mengalir ke nodus-nodus limfe servikalis dalam yang superior.
Persarafan
       Saraf sensori di tonsil dihantarkan oleh n. palatina minus cabang dari ganglion sphenopalatina(CN V) dab n. glossopharingeus.


Fungsi Tonsil
        Tonsila palatina memiliki peran proteksi dan beraksi sebagai penjaga saluran masuk udara dan makanan, sama seperti massa limfoid pembentuk cincin Waldeyer yang lain. Adanya kripta di tonsil meningkatkan permukaan yang bersentuhan dengan substansi asing.
        Tonsil lebih besar pada saat kecil dan akan mengecil pada saat mendekati masa pubertas. Tonsil diambil jika menjadi sarang penyakit.


Untuk informasi tentang penyakit amandel/tonsilitis dan operasinya tunggu artikel berikutnya atau anda dapat meng klik link berikut yang mungkin bisa memberi informasi. Semoga informasi ini berguna saya menunggu saran, kritik, pertanyaan dan komentar anda. terimakasih.

http://pkukertosono.blogspot.com/2011/05/amandel.html
http://www.squidoo.com/cause-for-tonsil-stones



Sabtu, 22 Oktober 2011

Kondisi Umum/Performance status

Dalam dunia kedokteran(terutama onkologi/bagian kanker) kondisi umum atau performance status atau dapat diartikan status kinerja dinilai untuk menentukan kualitas hidup seseorang dan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Penilaian ini nantinya akan digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan dapat tidaknya seseorang mendapatkan kemoterapi, bagaimana penyesuaian dosisnya, dan intensitas terapi paliatif.

Ada beberapa sistem skoring yang digunakan untuk menilai kondisi umum ini, namun yang paling sering digunakan adalah Karnofsky's score dan ECOG score, untuk anak biasanya menggunakan Lansky's score.

Karnofsky's Score
Disusun oleh Dr. David A. Karnofsky dan Dr. Joseph H. Buchenal pada tahun 1949.
 100- normal, tidak ada keluhan, tidak ada bukti penyakit
90-- mampu melakukan aktivitas normal, gejala dan tanda minor dari penyakit
80-- aktivitas normal dengan usaha, gejala dan tanda penyakit (+)
70-- merawat diri, tidak mampu beraktivitas normal atau bekerja aktif
60-- kadang membutuhkan bantuan, tapi mampu merawat kebanyakan kebutuhan pribadi
50-- membutuhkan bantuan dan perawatan medis rutin
40-- lumpuh, membutuhkan asisten dan perhatian lebih
30-- lumpuh parah, indikasi mondok, meski kematian belum dekat
20-- sangat sakit, butuh perawatan di RS, butuh terapi suportif aktif
10-- sekarat, proses yang fatal berlangsung cepat
0  -- mati

ECOG/WHO/Zubrod's score 
ECOG = Eastern Cooperative Oncology Group, Zubrod dari nama dr. C. Gordon Zubrod seorang onkologis dari USA. Skore ini dipublikasikan oleh Oken et al. tahun 1982
0 – Asimptomatik, aktif sepenuhnya, mampu melakukan semua aktivitas tanpa hambatan.
1 – Simptomatik namun bisa sepenuhnya berjalan, kegiatan fisik terbatas dan bisa melakukan kerja ringan atau sehari-hari.
2 – Simptomatik, <50% berada di tempat tidur sepanjang hari, dapat berjalan dan merawat diri tapi tidak bisa melakukan aktivitas kerja.
3 – Simptomatik, >50% di tempat tidur, >50% jam terbangun, bisa merawat diri secara terbatas.
4 – lumpuh total, tidak bisa melakukan rawat diri apapun, sepenuhnya harus di tempat tidur atau kursi.
5 – Mati

Lansky score  
Ckoring ini digunakan untuk anak yang kesulitan mengekspresikan kualitas hidupnya atau membutuhkan observasi lebih lanjut, biasanya digunakan untuk anak <16 tahun. Skore ini disusun oleh Lansky et all pada 1987.
100 – aktif, normal
90  – hambatan minor pada aktivitas fisik berat
80  – aktif, tapi lebih cepat lelah
70  – hambatan lebih besar saat bermain dan waktu untuk aktivitas bermain kurang
60  – bisa beraktivitas, namun bermain minimal, lebih suka ikut dalam permainan yang tenang/santai
50  – banyak berbaring sepanjang hari, mampu berpakaian, tidak aktif dalam semua permainan
40  – terutama sering di tempat tidur, melakukan aktivitas yang tenang
30  – selalu di tempat tidur, butuh bantuan untuk permainan ringan/tenang
20  – sering tidur, aktivitas pasif
10  – tidak bermain, tidak keluar dari tempat tidur
0    –tidak responsif


Jadi jika kamu akan menilai kondisi umum seseorang/pasien, jangan lupa menebak-nebak skornya.

sumber:
en.wikipedia.org
www.aboutcancer.com

Kamis, 21 Juli 2011

Retensi Urin Akut

Retensi urin akut merupakan emergensi di bidang urologi yang paling banyak ditemui. Kebanyakan pasien laki-laki berumur lebih dari 60 tahun, dan kebanyakan disebabkan karena BPH[Benign Prostate Hyperplasia,*pembesaran kelenjar prostat yang jinak]. Pada laki-laki berumur 70 tahun insidensinya 10 persen dan pada umur 80 tahun meningkat menjadi sepertiganya.

ETIOLOGI/PENYEBAB
Retensi urin akut umumnya merupakan proses sekunder dari obstruksi, namun dapat juga disebabkan karena trauma, masalah neurologis, pengobatan, infeksi dan masalah psikologis. Pada pasien tua umumnya beberapa proses saling berinteraksi. Penyebab yang paling sering untuk retensi urin akut ini adalah berdasarkan urutan seringnya:
  1. BPH
  2. Konstipasi(sulit BAB)
  3. Kanker Prostat
  4. Striktura di uretral(bekas luka di saluran kemih)
  5. Pos operasi
  6. Penyakit neurologis
  7. Obat
  8. Infeksi saluran kencing
  9. Urolithiasis(batu di saluran kencing)
Faktor lain yang dapat berhubungan dengan retensi urin akut:
  • Keganasan - tumor di kandung kemih, keganasan lain yang menekan korda spinalis(saraf)
  • Phimosis dan paraphimosis
  • Massa di pelvis
  • Infeksi genitourinari - prostatitis akut, abses perianal, uretritis
  • infeksi lain - herpes genital, varisella zooster
  • Lain-lain - manipulasi anorektal, salah pemasangan kateter
 Patofisiologi/proses yang terjadi pada retensi urin:
  1. Obstruksi aliran keluar. Aliran urin dihalangi oleh obstruksi yang disebabkan karena faktor mekanik dan/atau dinamik. Faktor mekanik mengacu pada penyempitan saluran kemih dan berhubungan dengan volume prostat, massa, atau adanya striktura. Faktor dinamik mengacu pada tekanan di dalam saluran kemih. Ketika terdapat faktor mekanik berupa BPH, maka faktor dinamiknya berupa tonus kapsular prostat dan tonus otot kelenjar prostat tersebut.
  2. Gangguan neurologis. Retensi urin akut berkembang secara sekunder karena adanya gangguan nervus sensris dan motoris ke muskulus detrussor. Hal ini terjadi pada luka corda spinalis, penyakit neurologis progresif, neuropati diabetik, kecelakaan serebrovaskular, abses epidural dan metastasis epidural. Proses yang terjadi bisa karena kurangnya relaksasi otot sfingter vesika atau kurangnya kontraksi otot detrusor.
  3. Overdistensi. Terjadi ketika suatu kejadian yang memicu distensi kandung kemih akut dengan kontraksi otot detrusor tidak efisien. Kemudian dilakukan misalnya: tes cairan, distensi kandung kemih selama anestesi umum atau analgesi epidural tanpa pemasangan kateter.
  4. Pengobatan. Obat-obat yang menyebabkan retensi urin umumnya dari golongan antikolinergik dan simpatomimetik. Retensi urin karena obat ini sering terjadi pada pasien pos operasi dan pasien laki-laki tua dengan infeksi saluran nafas atas.
Faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya retensi urin ini, biasanya mengarah pada BPH, adalah:
  • Usia - lebih dari 70 tahun
  • Skoring gejala - bisa menggunakan IPSS(International prostate symptom score)
  • Volume prostat - >30mL pada pemeriksaan USG prostat
  • Kecepatan aliran urin - <12ml/dtk
  • Peningkatan kadar PSA - >2,5
 Penampakan klinis yang dapat dilihat biasanya pasien merasa sakit atau tidak nyaman di bagian abdomen bawah atau suprapubik. Kejadian berlangsung secara akut(dalam beberapa jam, bukan hari). Pasien merasa tidak nyaman bahkan distres. Manifestasi ini biasanya tidak muncul pada retensi urin kronis, karena pada retensi urin kronis kurang terasa nyeri.

Evaluasi yang dilakukan pada pasien retensi urin akut dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lab.
Anamnesis harus fokus pada riwayat retensi sebelumnya, operasi, kanker prostat, radiasi, trauma. Pada riwayat penyakit sekarang perlu digali informasi mengenai adanya hematuria(darah di urin), disuria, demam, nyeri punggung bawah, gangguan neurologis, rash. Pada pasien yang lebih muda, riwayat kanker, riwayat penggunaan obat IV, nyeri punggung bawah dan gangguan neurologis mengarahkan pada kompresi korda spinalis.
Pemeriksaan fisik harus meliputi hal-hal berikut. Palpasi abdomen bawah: teraba kandung kemih, palpasi dalam di suprapubik akan memacu rasa tidak nyaman. Pemeriksaan rektal, baik laki-laki maupun perempuan untuk menilai massa, pemadatan fecal, tonus sfingter ani, dan sensasi perineal. Pemeriksaan pelvis, terutama pada wanita. Pemeriksaan neurologis: kekuatan, sensasi, refleks, dan tonus otot.
Pemeriksaan lab yang penting adalah urinalisis dan kultur urin meskipun untuk mendapatkan sampelnya harus pasang kateter terlebih dahulu. Pemeriksaan lain untuk mengarahkan misalnya darah lengkap untuk infeksi, elektrolit dan kreatinin serum jika obstruksi lama, USG untuk massa pelvis.


to be continued.......